Musim Hujan,Priksa Knalpot Mobil Anda

Hujan Terus Mengguyur, Periksa Kondisi Knalpot Mobil Anda

Kamis, 21 Januari 2010 | 14:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Hujan yang mengguyur Jakarta hampir saban hari dalam beberapa bulan terakhir membuat kita merasa enggan untuk mencuci mobil. Kalau pun dilakukan pencucian, paling-paling dibilas lantas dilap, tak menyentuh bagian kolong.

“Tetapi jangan lupa, bagian kolong terutama knalpot harus sering diperiksa. Sebab, tingkat keasaman air hujan sangat tinggi. Apalagi bila bercampur bakteri pembusuk yang ada di genangan sepanjang jalan, berpotensi besar menimbulkan karat di bagian kolong mobil,” papar Edy Sudiono, pemilik Depo Knalpot Edy, yang berada di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, kepada Tempo, Kamis (21/1).

Lebih-lebih di daerah yang dekat pantai, karena unsur garam air laut kerap terbawa angin dan saat hujan ikut larut di jalan bercampur air hujan. Zat itu cepat memicu terjadinya karat atau keropos.

Menurut Edy, bagian kolong yang paling berisiko bila berkarat dan keropos adalah bagian knalpot. Pasalnya, tak seperti komponen lainnya piranti ini tidak dilapisi anti karat.

Pemiicu kekeroposan lainnya adalah perbedaan suhu antara di dalam pipa knalpot dengan di luar -terutama saat hujan- yang tinggi sehingga timbul kondensi di pipa tersebut. “Kebocoran atau keropos biasanya di leher baik di bagian tengah maupun yang berada di dekat mulut muffler di belakang.”

Selain menimbulkan suara berisik, knalpot yang bocor juga mempengaruhi performa mesin. Pasalnya panas dari proses pembakaran di mesin mobil, hanya 25 persen saja yang dimanfaatkan untuk memacu tenaga.

Sedangkan 32 persen lainnya hilang akibat proses pendinginan, 34 persen lainnya terbuang bersamaan gas sisa hasil pembakaran, 6 persen hilang akibat gesekan di mesin, serta 3 persen dimanfaatkan untuk kerja pompa di bagian mesin.

“Itu secara teori teknisnya. Nah, kalau knalpot bocor berarti kan pemanfaatan panas hasil pembakaran antara bahan bakar dan udara untuk menghasilkan tenaga mobil juga tidak maksimal. Akibatnya tenaga mesin berkurang,” kata Edy.

Lantaran itulah Edy mewanti-wanti agar para pemilik mobil rajin mengecek kondisi knalpot dan mencuci piranti itu. Bila ada karat atau kebocoran bisa dilas. “Tapi kalau kebocoran sudah parah harus diganti, biar tenaga tok cer lagi,” ujar Edy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: